Kamis, 16 Maret 2017

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’œ✝πŸ’œπŸ’¦πŸ’¦
Siraman Rohani
Jumat 17 Maret 2017

Tema:  Akan Tiba WaktuNya Tuhan Mengadili Kita!
(Matius 21: 33-43.45-46)

Saudara-saudari…  Bacaan Pertama hari ini diambil dari Kitab Kejadian 37: 3-28, tentang Yusuf yang dibenci oleh saudara-saudaranya, dibuang ke dalam sumur kering, kemudian dijual kepada orang Ismael dengan harga 20 keping perak.
Dalam perjalanan waktu, Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi penguasa tanah Mesir. Pada waktu terjadi kelaparan hebat, saudara-saudaranya datang mencari makanan di Mesir dan pada waktu itulah Yusuf menyelamatkan saudara-saudara dan Yakup, Bapa kandungnya.
Yusuf yang sangat dikasih Bapanya, tetap menunjukkan kasihnya kepada saudara-saudaranya, walaupun ia diperlakukan secara tidak adil oleh saudara-saudaranya. Perlakuan tidak adil dibalas dengan kasih, satu sikap yang sangat luar biasa baiknya.

Kisah Yusuf yang sangat dikasihi oleh Bapanya, juga dialami oleh Yesus Kristus. Yesus, Anak yang sangat dikasihi Allah, diutus ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia. Sebelum Yesus Kristus datang ke dunia banyak nabi yang diutus Allah. Mereka mengalami penderitaan dikala mereka menjalankan misi Allah, malah ada di antara mereka yang dibunuh. Kita ingat nabi terakhir, yaitu Yohanes Pembaptis. Ia ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara lalu kemudian dibunuh. Yohanes menerima semuanya dengan pasrah.
Hal yang sama terjadi ke atas Yesus kristus. Ia datang untuk mewartakan kabar gembira dan mau menyelamatkan manusia dari kekuasaan Setan. Pewartaan keselamatan ditanggapi oleh bangsanya sendiri dengan penolakan. Tempat kelahiranNya bukan di rumah yang layak  dihuni oleh manusia, tetapi di rumah binatang; selagi umur masih sangat muda, ia dilarikan ke tempat yang jauh, mencari tempat tinggal yang aman; sewaktu Ia mewartakan Kabar Gembira, Ia ditantang oleh imam-imam kepala, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Ia malah digelar penghulu Setan. Sewaktu Ia memperkenalkan diri sebagai Anak Allah, Ia dituduh menghojat Allah. Ia dijual oleh muridNya sendiri senilai 30 keping perak. Kemudian ditangkap, diadili dan dihukum mati, mati di kayu Salib. Kebaikan Yesus Kristus dibalas dengan penganiayaan, tetapi penganiaan mereka dibalas oleh Yesus kristus dengan pengampunan dan kasih. Sungguh satu ungkapan kasih yang tak terhingga.

Pertanyaan kita, bagaimanakah nasib dari mereka yang menolak para Nabi, menolak Pelayan Sabda Tuhan, menolak Yesus Kristus di hari akhirat nanti? Apakah mereka tetap mengalami keselamatan?
Jawabannya ada dalam ceritera Injil hari ini.

Pertama-tama, Tuhan selalu memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat. Kalau mereka bertobat dan mengikuti ajaran dan perintah Tuhan, maka mereka akan mengalami kebahagian bersama Tuhan. Tetapi kalau manusia tidak bertobat dan tetap dengan penuh kesadaran, tahu dan mau menolak Tuhan dan para pelayaanNya, maka pada hari akhirat nanti mereka akan mengalami penderitaan.
Injil hari ini katakan: “Ia – Tuhan – akan membinasakan orang-orang jahat itu…”

Marilah saudara-saudari…
Sadarlah selalu bahwa perbuatan baik kita selama hidup di dunia ini akan mendatangkan kebahagiaan bagi kita di saat Tuhan mengadili kita; sebaliknya pengadilan terakhir akan mendatangkan malapetaka kalau kita selalu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Cepat atau lambat akan tiba waktuNya Tuhan mengadili Kita.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu menyadarkan dan menggerakkan hati dan pikiran kita untuk bekerjasama dengan para pelayan Tuhan, menghayati dan mengamalkan ajaran dan perintah Tuhan, sehingga benih Sabda Tuhan dapat bertumbuh baik dan menghasilkan buah berlimpah dalam hidup kita.
Amen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar