CHAPTER
1
BUDE KASIH,MY
SUNSHINE
Pagi buta sebelum berangkat bekerja ibu
berdoa terlebih dahulu.Setiap hari Ibu bekerja dan bekerja.Pekerjaan ibuku
itu,memang menutut saya terlalu berat ,karena saya belum merasakannya sendiri.Tapi,hari ini saya
sedih,nangis, kesal dan menyesal setelah
saya tahu begitu beratnya mencari uang untuk hidup sehari-hari.Setiap hari
ibuku selalu membersikan pekarangan kampus disalah satu universitas di
pekanbaru tak sedikitpun ia merasa lelah ataupun capek.Mungkin dia sebenarnya
capek,lelah tapi itu hanyalah nyanyian kesedihannya yang selalu ditutupinya
demi kebahagiaan anak-anaknya.Sungguh sebuah pengorbanan yang tak ternilai
harganya disbanding dengan apapun.Saya bicara seperti ini,karena saya sudah
melihatnya sendiri.Betapa perih yang saya rasakan saat ibuku membersihkan
kampus itu seorang diri.
‘’Bude
kasih’’,ya begitulah mahasiswa/I atau warga kampus memanggil ibuku dengan
sebutan nama itu.Ibuku tidak pernah mengeluh walaupun dia selalu
berulang-ulang menyapu,mengepel kelas-kelas dan membersihkan sampah-sampah
dihalaman kampus itu.Dengan tangan nya yang keriput itu dia mampu menghidupkan
kami anak-anaknya.Sungguh ibu yang sangat luar biasa yang saya punya.Saya
bersyukur memiliki ibu sang bude kasih yang selalu bekerja keras,berusaha dan
tanpa malu bekerja sebagai pembersih kampus itu.
Hari
demi hari saya perhatikan tak seorang pun yang
mau membantu ibuku ikut membersihkan pekarangan kampus.Saya diam-diam
setiap harinya pergi kekampus tempat ibuku bekerja dan selalu
memperhatikannya.Keringat yang selalu mengalir di wajahnya dan tiap kalinya dia
membersihkan keringat itu dan tetap terus melanjutkan pekerjaannnya untuk
membersihkan ruang-ruangan kelas kampus tersebut.Sampai saya berniat hendak
pulang,tapi urungkan niat saya,kebetulan saya bertemu salah satu mahasiswi
dikampus itu,saya coba berbincang-bincang mengenai situasi kampus tempat ibuku
itu bekerja.
Sungguh
luar biasa karakter yang dimiliki ibuku,bude kasih sang wanita yang luar biasa
dihidupku.Bukan hanya pahlawan buat keluargaku tetapi juga buat oranglain.Tanpa
buk de kasih ruang-ruang kelas dan halaman kampus tidak akan begitu rapid an nyaman
kelihatannya.Ibu kenapa dirimu tidak mau bercerita kepada anakmu ini begitu
lelah nya tubuhmu itu bekerja demi kami
anakk-anakmu dan keluargamu?Setiap saya ingin membantumu,dirimu selalu menolaknya.
YOU ARE MY SUNSHINE,you are my
everything.mom I love you.thank you for
your love to us.i promise to you.i will make you happy in my life.
One day,saat aku
meminta untuk memijat kakinya.Ibuku sangat heran ,senang tetapi dengan perasaan
campur aduk,dia menunjukkan tangannya kepadaku.Aku membersihkan tangan ibuku
perlahan.Air mataku tumpah.Ini pertama kalinya aku menyadari tangan ibuku yang
sangat berkerut itu.Ini pertama kalinya saya menyadari bahwa sepasang tangan
inilah yang setiap hari membersihkan ruangan-ruangan kelas dan halaman kampus
itu agar diriku bisa sekolah.Tangan yang berkerut itu merupakan harga yang
harus dibayar ibuku untuk pendidikanku,sekolahku dan masa depanku.Setelah membersihkan
tangan ibuku,aku diam-diam pergi ke dapur untuk membawakannya segelas air
putih.
Pagi berikutnya,saya
terbangun dan melihat ibuku sudah memasak didapur dan bersiap-siap untuk pergi ke rutinitas awal sebagai ‘’bude kasih’’seorang
petugas kebersihan dikampus.Tanpa disadari,air mataku mengalir di wajahku
ini.Kemudian ibuku melihatnya dan bertanya,’’Hei anakku,kenapa air mata mu
membasahi wajahmu itu?’’Saya menjawab,’’saya sedih melihat mu iibu,yang selalu
bangun pagi-pagi memasak untukku dan pergi pagi-pagi umtuk bekerja ibu.’’Tanpa
ibu,saya tidak akan bisa seperti sekarang ini bu.
Demi saya ibu rela
panas-panasan tak mengenal waktu dan cuaca ibu bekerja sebagai petugas
kebersihan dikampus itu.Maafkan aku ibu yang belum bisa buat mu bahagia.Tapi
aku berjanji akan membuat ibu bangga dengan kesuksesan ku nnantinya.Tetap
doakan yang terbaik buatku ya ibu,agar aku bisa menjadi seperti yang ibu
harapkan.Cinta mu ,kasih sayang mu ibu tiada berkekurangan sedikit pun
dihidupku.
‘’Bude kasih’’… yeah,she
is my sunshine.Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam hidupku.Mengandung
selama Sembilan bulan,membawa janin yaitu membawaku kemana-mana.Semakin tua
usia kehamilan,semakin berat dirasakan.Tubuh makin payah,makin lemah dan
bertambah-tambah.Saat melahirkan adalah saat-saat kritis bagi seorang ibu.Rasa
sakit yang luar biasa,tak mungkin bisa dibayangkan oleh ku .
Momen itu juga sejarah
pengorbanan mu sebagai seorang wanita ibuku,sebab dirimu telah mempertarukan
hidupmu demi kelahiran ku.Lahirnya seorang bayi bukanlah akhir dari perjuangan
seorang ibu.Ketika bayi menjadi kanak-kanak,ibulah yang menemani dan bersamaku
dalam setiap hariku.Ia menjadi guru pertama.Ibu memberikan asupan gizi dan
memenuhi kebutuhan nutrisiku.Buk de kasih….’’YOU ARE MY SUNSHINE,MY EVERYTHING’’.Ibuku
juga yang menanam benih keimanan dan pengetahuan dalam hati dan akal ku.Kasih
sayang itulah yang membesarkanku .Dan sang bude kasih yang tidak pernah meminta
balas jasanya kepadaku.
Begitu besar
pengorbanan mu ‘’bude kasih my sunshine’’…… . Jiwa raga dipertaruhkan
untukku,anakmu ini bu.Ibu,,,walaupun hanya sebagai tukang sapu kampus tapi
karena keikhlasan yang dirimu miliki,maka beban yang begitu beart dapat menjadi
seringan kapas olehmu.Seorang ‘’bude kasih’’,yang tidak pernah mengeluh dalam
hidupmu.Setiap hari setiap saat , dalam hati maupun mulutmu dirimu tidak pernah
mendoakanku,anakmu ini.
Namun,saat aku beranjak
dewasa , aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan ,merasakan
kebahagiaan memiliki wajah yang cantik ,kebahagiaan memiliki banayk
pengagum disekolah,kebahagiaan karena
kepintaranku yangdibanggakan banyak guru.Itulah aku,tapi satiu yang harus aku
tutupi,aku malu mempunyai seorang bude kasih tukang sapu yang adalah ibuku
sendiri.Aku sangat malu,aku malu terlahir dari seorang ibu yang hanya seorang
tukang sapu.Aku hanya mementingkan keperluan dan kepentingan ku saja.Sedang ibu
bekerja di kampus sebagai seorang tukang sapu yang kotor.
Pada suatu saat itu ‘’bude
kasih’’datang kesekolah untuk menjengukkukarena sudah beberapa hari aku tak
pulang kerumah dan tidak tidur dirumah.Karena rumah kumuh itu membuatku
muak,membuat aku tidak nyaman lagi dirumah tua dan kumuh itu.Tepat disaat
istirahat,kulihat sosok wanita tua yaitu ‘’bude kasih’’ di pintu
sekolah.Bajunya terlihat sangat rapi dan sopan.Itulah bude kasih tukang sapu
yang adalah ibuku sendiri.
Dan yang selalu membuat
aku malu dan lebih malu lagi karena bude kasih itu memanggilku.Mau ngapain sih
kesini bu?Ibu hanya datang untuk mempermalukan aku?Bentakkan ku itu membuat
dirinya bergegas pergi .Dan itulah yang sangat kuharapkan.Bude kasih itu pun
bergegas keluar dari sekolahku.Karena kehadirannya itu benar-benar membuat ku
malu,sangat malu.Aku sangat kesal wanita tua itu datang kesekolah ku,aku malu
kalau teman-teman disekolah ku tahu kalau aku hanya anak dari seorang ‘’bude
kasih’’ tukang sapu kampus itu.
Aku mendapatkan
beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meningggalkan ibuku
yang membuatku malu.Ternyata aku berhasil mendapatkannya.Dengan bangga kubusungkan
dada dan aku berangkat tanpa memberi tahu
ibu karena bagiku itu tidak perlu.Persetan sama ‘’ bude kasih’’ tukang sapu
itu.Seorang yang selalu menghalagi kemajuanku.
GOOD BYE BUDE KASIH……
I LEAVE YOU AND I AM SO HAPPY……………….
I CAN’T MEET YOU AGAIN,I AM SHY HAVE
MOM LIKE YOU….