Rabu, 18 Oktober 2017

Bude kasih,My sunshine

CHAPTER 1
BUDE KASIH,MY SUNSHINE
                Pagi buta sebelum berangkat bekerja ibu berdoa terlebih dahulu.Setiap hari Ibu bekerja dan bekerja.Pekerjaan ibuku itu,memang menutut saya terlalu berat ,karena saya  belum merasakannya sendiri.Tapi,hari ini saya sedih,nangis, kesal  dan menyesal setelah saya tahu begitu beratnya mencari uang untuk hidup sehari-hari.Setiap hari ibuku selalu membersikan pekarangan kampus disalah satu universitas di pekanbaru tak sedikitpun ia merasa lelah ataupun capek.Mungkin dia sebenarnya capek,lelah tapi itu hanyalah nyanyian kesedihannya yang selalu ditutupinya demi kebahagiaan anak-anaknya.Sungguh sebuah pengorbanan yang tak ternilai harganya disbanding dengan apapun.Saya bicara seperti ini,karena saya sudah melihatnya sendiri.Betapa perih yang saya rasakan saat ibuku membersihkan kampus itu seorang diri.
           
‘’Bude kasih’’,ya begitulah mahasiswa/I atau warga kampus memanggil ibuku dengan sebutan nama itu.Ibuku tidak pernah mengeluh walaupun dia selalu berulang-ulang  menyapu,mengepel  kelas-kelas dan membersihkan sampah-sampah dihalaman kampus itu.Dengan tangan nya yang keriput itu dia mampu menghidupkan kami anak-anaknya.Sungguh ibu yang sangat luar biasa yang saya punya.Saya bersyukur memiliki ibu sang bude kasih yang selalu bekerja keras,berusaha dan tanpa malu bekerja sebagai pembersih kampus itu.
            
Hari demi hari saya perhatikan tak seorang pun yang  mau membantu ibuku ikut membersihkan pekarangan kampus.Saya diam-diam setiap harinya pergi kekampus tempat ibuku bekerja dan selalu memperhatikannya.Keringat yang selalu mengalir di wajahnya dan tiap kalinya dia membersihkan keringat itu dan tetap terus melanjutkan pekerjaannnya untuk membersihkan ruang-ruangan kelas kampus tersebut.Sampai saya berniat hendak pulang,tapi urungkan niat saya,kebetulan saya bertemu salah satu mahasiswi dikampus itu,saya coba berbincang-bincang mengenai situasi kampus tempat ibuku itu bekerja.
            
Sungguh luar biasa karakter yang dimiliki ibuku,bude kasih sang wanita yang luar biasa dihidupku.Bukan hanya pahlawan buat keluargaku tetapi juga buat oranglain.Tanpa buk de kasih ruang-ruang kelas dan halaman kampus tidak akan begitu rapid an nyaman kelihatannya.Ibu kenapa dirimu tidak mau bercerita kepada anakmu ini begitu lelah nya tubuhmu itu bekerja demi  kami anakk-anakmu dan keluargamu?Setiap saya ingin membantumu,dirimu selalu menolaknya.


YOU ARE MY SUNSHINE,you are my everything.mom I  love you.thank you for your love to us.i promise to you.i will make you happy in  my life.






One day,saat aku meminta untuk memijat kakinya.Ibuku sangat heran ,senang tetapi dengan perasaan campur aduk,dia menunjukkan tangannya kepadaku.Aku membersihkan tangan ibuku perlahan.Air mataku tumpah.Ini pertama kalinya aku menyadari tangan ibuku yang sangat berkerut itu.Ini pertama kalinya saya menyadari bahwa sepasang tangan inilah yang setiap hari membersihkan ruangan-ruangan kelas dan halaman kampus itu agar diriku bisa sekolah.Tangan yang berkerut itu merupakan harga yang harus dibayar ibuku untuk pendidikanku,sekolahku dan masa depanku.Setelah membersihkan tangan ibuku,aku diam-diam pergi ke dapur untuk membawakannya segelas air putih.
Pagi berikutnya,saya terbangun dan melihat ibuku sudah memasak didapur dan bersiap-siap untuk  pergi ke rutinitas awal sebagai ‘’bude kasih’’seorang petugas kebersihan dikampus.Tanpa disadari,air mataku mengalir di wajahku ini.Kemudian ibuku melihatnya dan bertanya,’’Hei anakku,kenapa air mata mu membasahi wajahmu itu?’’Saya menjawab,’’saya sedih melihat mu iibu,yang selalu bangun pagi-pagi memasak untukku dan pergi pagi-pagi umtuk bekerja ibu.’’Tanpa ibu,saya tidak akan bisa seperti sekarang ini bu.
Demi saya ibu rela panas-panasan tak mengenal waktu dan cuaca ibu bekerja sebagai petugas kebersihan dikampus itu.Maafkan aku ibu yang belum bisa buat mu bahagia.Tapi aku berjanji akan membuat ibu bangga dengan kesuksesan ku nnantinya.Tetap doakan yang terbaik buatku ya ibu,agar aku bisa menjadi seperti yang ibu harapkan.Cinta mu ,kasih sayang mu ibu tiada berkekurangan sedikit pun dihidupku.
‘’Bude kasih’’… yeah,she is my sunshine.Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam hidupku.Mengandung selama Sembilan bulan,membawa janin yaitu membawaku kemana-mana.Semakin tua usia kehamilan,semakin berat dirasakan.Tubuh makin payah,makin lemah dan bertambah-tambah.Saat melahirkan adalah saat-saat kritis bagi seorang ibu.Rasa sakit yang luar biasa,tak mungkin bisa dibayangkan oleh ku .
Momen itu juga sejarah pengorbanan mu sebagai seorang wanita ibuku,sebab dirimu telah mempertarukan hidupmu demi kelahiran ku.Lahirnya seorang bayi bukanlah akhir dari perjuangan seorang ibu.Ketika bayi menjadi kanak-kanak,ibulah yang menemani dan bersamaku dalam setiap hariku.Ia menjadi guru pertama.Ibu memberikan asupan gizi dan memenuhi kebutuhan nutrisiku.Buk de kasih….’’YOU ARE MY SUNSHINE,MY EVERYTHING’’.Ibuku juga yang menanam benih keimanan dan pengetahuan dalam hati dan akal ku.Kasih sayang itulah yang membesarkanku .Dan sang bude kasih yang tidak pernah meminta balas jasanya kepadaku.



Begitu besar pengorbanan mu ‘’bude kasih my sunshine’’…… . Jiwa raga dipertaruhkan untukku,anakmu ini bu.Ibu,,,walaupun hanya sebagai tukang sapu kampus tapi karena keikhlasan yang dirimu miliki,maka beban yang begitu beart dapat menjadi seringan kapas olehmu.Seorang ‘’bude kasih’’,yang tidak pernah mengeluh dalam hidupmu.Setiap hari setiap saat , dalam hati maupun mulutmu dirimu tidak pernah mendoakanku,anakmu ini.
Namun,saat aku beranjak dewasa , aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan ,merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang cantik ,kebahagiaan memiliki banayk pengagum  disekolah,kebahagiaan karena kepintaranku yangdibanggakan banyak guru.Itulah aku,tapi satiu yang harus aku tutupi,aku malu mempunyai seorang bude kasih tukang sapu yang adalah ibuku sendiri.Aku sangat malu,aku malu terlahir dari seorang ibu yang hanya seorang tukang sapu.Aku hanya mementingkan keperluan dan kepentingan ku saja.Sedang ibu bekerja di kampus sebagai seorang tukang sapu yang kotor.
Pada suatu saat itu ‘’bude kasih’’datang kesekolah untuk menjengukkukarena sudah beberapa hari aku tak pulang kerumah dan tidak tidur dirumah.Karena rumah kumuh itu membuatku muak,membuat aku tidak nyaman lagi dirumah tua dan kumuh itu.Tepat disaat istirahat,kulihat sosok wanita tua yaitu ‘’bude kasih’’ di pintu sekolah.Bajunya terlihat sangat rapi dan sopan.Itulah bude kasih tukang sapu yang adalah ibuku sendiri.
Dan yang selalu membuat aku malu dan lebih malu lagi karena bude kasih itu memanggilku.Mau ngapain sih kesini bu?Ibu hanya datang untuk mempermalukan aku?Bentakkan ku itu membuat dirinya bergegas pergi .Dan itulah yang sangat kuharapkan.Bude kasih itu pun bergegas keluar dari sekolahku.Karena kehadirannya itu benar-benar membuat ku malu,sangat malu.Aku sangat kesal wanita tua itu datang kesekolah ku,aku malu kalau teman-teman disekolah ku tahu kalau aku hanya anak dari seorang ‘’bude kasih’’ tukang sapu kampus itu.
Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meningggalkan ibuku yang membuatku malu.Ternyata aku berhasil mendapatkannya.Dengan bangga kubusungkan dada  dan aku berangkat tanpa memberi tahu ibu karena bagiku itu tidak perlu.Persetan sama ‘’ bude kasih’’ tukang sapu itu.Seorang yang selalu menghalagi kemajuanku.
GOOD BYE BUDE KASIH……
I LEAVE YOU AND I AM SO HAPPY……………….        
I CAN’T MEET YOU AGAIN,I AM SHY HAVE MOM LIKE YOU….    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar